BUPATI SIDOARJO MENERIMA PENGHARGAAN

Kabupaten Sidoarjo untuk kesekian kalinya kembali menerima penghargaan dari Menteri PAN RB Dr. Yuddy Crisnandi, karena berhasil meraih TOP 99 Sistem Inovasi Pelayanan Publik Nasional, Kamis (31/3/2016) di JX Expo Jatim, dalam acara simposium dan gelar inovasi pelayanan Publik Nasional Tahun 2016.   Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH, M. Hum menerima langsung penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara RB Dr. Yuddy Crisnandi di Jatim Expo. Kabupaten Sidoarjo mendapat urutan pertama dari 40 kabupaten yang terpilih seluruh Indonesia dalam kategori 40 inovasi kabupaten.   Kementerian PAN RB menetapkan Sidoarjo masuk dalam daftar TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik Nasional karena inovasi dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sidoarjo dengan nama Si Manis singkatan dari “Sidoarjo Maternal dan Neonatal Emergency SMS Gateway” dianggap oleh Kemenpan RB suatu terobosan dalam pelayanan publik yang mampu merespon dengan cepat dalam melakukan penanganan terhadap pasien.   Bupati Sidoarjo, H. Saiful Ilah usai menerima penghargaan dari Menpan RB mengatakan, pelayanan publik di Kabupaten Sidoarjo tiap tahun harus bertambah baik. ”Sekarang eranya pelayanan publik, masyarakat harus diberikan pelayanan yang mudah, jangan sampai dipersulit,” katanya.   Menurut Saiful Ilah, sekarang eranya IT maka SKPD di Sidoarjo harus memanfaatkannya untuk memudahkan pelayanan publik pada masyarakat. Dengan penghargaan yang diterima RSUD Sidoarjo ini, bisa memotivasi SKPD lain di Sidoarjo agar menciptakan inovasi pelayanan publik juga.   Dirut RSUD Sidoarjo, dr Atok Irawan, mengatakan, bersyukur mampu menciptakan inovasi pelayanan publik yang bisa membantu kesehatan masyarakat.Pelayanan kesehatan dengan metode Simanis, bisa menekan angka kematian ibu dan bayi saat akan melahirkan.   Dengan metode Simanis, maka akan bisa mempercepat pelayanan saat ada ibu yang akan melahirkan. Dengan cara rujukan ke RSUD Sidoarjo menggunakan SMS. Ini dilakukan para bidan, Puskesmas dan RS yang mempunyai jaringan dengan RSUD Sidoarjo, mereka cukup mengirimkan SMS pada petugas RSUD bila hendak melakukan rujukan.   Menurut Atok, pelayanan dengan metode Simanis ini telah berjalan sejak tahun 2013. Jumlah rujukan yang diterima petugas diantaranya dari RS yang mempunyai jaringan dengan RSUD ada 14, dari Puskesmas ada 26 dan dari bidan dan tenaga kesehatan ada 800.   ”Sistem rujukan ini cepat, murah dan efisien, ini membuat petugas di RSUD siap menerima kedatangan pasien yang datang, sebelum ada metode ini petugas sempat tak bisa menerima pasien yang datang mendadak,” papar Atok.   Menurutnya sejumlah RS swasta di sekitar Kab Sidoarjo ikut dalam jaringan metode pelayanan ini. Diantaranya ada RS swasta dari Pasuruan dan Mojokerto.   Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kab Sidoarjo, dr Ika Harnasti, adanya metode Simanis ini diakui ikut menekan angka kematian ibu saat melahirkan. Pada tahun 2015 lalu angka kematian ibu saat melahirkan sekitar 86 per 100 ribu kelahiran hidup. Jumlah ini turun bila dibandingkan dengan tahun 2014.   Menurut Kabag Organisasi Pemkab Sidoarjo, Ahadi Yusuf, diharapkan di Kab Sidoarjo semakin banyak SKPD yang mampu melahirkan inovasi pelayanan publik. Agar bisa memudahkan pelayanan pada masyarakat.   Kegiatan simposium dan gelar pelayanan publik nasional tahun 2016 ini, digelar mulai tanggal 31 Maret sampai dengan 2 April 2016, diikuti oleh kabupaten kota di wilayah Indonesia yang menampilkan produk unggulan dan kegiatan inovasi yang dilaksanakan di setiap daerah. Kegiatan simposium dan gelar inovasi pelayanan publik ini merupakan tahun ke tiga sebagai upaya promosi inovasi, simulasi dan mendorong adanya replikasi pelayanan publik.   Dari 2.476 inovasi yang mendaftarkan diri di tahun 2016 ini, setelah dilakukan evaluasi, menghasilkan penghargaan untuk 11 kementerian, 5 inovasi lembaga, 25 inovasi tingkat proVinsi dan sisanya adalah inovasi tingkat Kabupaten sejumlah 40 inovasi, 13 inovasi kota dan 5 inovasi BUMN.


  • 2016-04-06 02:57:23
  • By basuki